Pasang Iklan

Pasang Iklan di Blog Popti Bekasi

Dengan memasang iklan disini berarti anda sudah mendonasikan kepada 200 lebih penderita Thalassaemia di Bekasi.

Banner 728x90

  • Posisi : Header
  • Harga : Rp. 100,000,-/bulan
  • Jumlah Slot : 1 slot
  • Keterangan : Tampil di setiap halaman, Minimum pemasangan 1bulan.

Banner 125x125

  • Posisi : Sidebar
  • Harga : 25,000,-/bulan
  • Jumlah slot : 4 slot
  • Keterangan: Tampil di setiap halaman, Minimum pemasangan 1bulan.

Peraturan

Materi tidak boleh mengandung unsur SARA, Pornografi, Fake Ads, dan berlawanan dengan huum di Indonesia

Materi iklan adalah tanggung jawab pemasang iklan

Pembayaran

Bank BCA
No. Rek : 
Cabang :

Bank Mandiri 
No. Rek :
Cabang :

Bank BRI 
No. Rek :
Cabang :

Semua A/n Popti Bekasi

Konfirmasi

Setelah melakukan pembayaran silahkan konfirmasi ke 08577 11 77 995
Materi iklan dapat dikirimkan via :
Email : poptibekasi@gmail.com
Facebook : www.facebook.com/riyadi.rahmat

Struktur Pengurus POPTI cabang Bekasi

Ketua : Ibu Puspasari
Sekretaris : Bp Rais
: Ibu Liya Utami
: Ibu Nani
Bendahara : Ibu Entin
: Ibu Susan
Humas : Bp Kmarudin Soleh
: Bp Husain
: Bp Amansyah
: Bp Bp Yadi
: Bp Bp Sholihat M
: Bp Heri
: Bp Afifudin
: Bp Ranor Guanawan
: Bp Didi
Ibu Rumah Tangga : Ibu Puji
: Ibu Weni
: Ibu Euis
: Ibu Komar

Note : Struktur Pengurus ini masih blum resmi. Pelantikan pengurus akan dilaksanakan seteh Hari Raya Iedul Fitri 1434H

RI Tergolong Negara Berisiko Tinggi Thalasemia

Dengan angka kelahiran 23 per 1.000 dari 240 juta penduduk Indonesia, maka diperkirakan ada sekitar 3.000 bayi penderita thalasemia yang lahir tiap tahunnya. 

Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang berisiko tinggi untuk penyakit thalasemia. Thalasemia adalah penyakit genetik yang menyebabkan terganggunya produksi hemoglobin dalam sel darah merah. 

"Prevalensi thalasemia bawaan atau carrier di Indonesia adalah sekitar 3-8 persen," kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, dalam  sambutannya di puncak peringatan hari ulang tahun Yayasan Thalasemia Indonesia ke-25 di Gedung BPPT, Jakarta, 2 Juni 2012.

Wamenkes menjabarkan, jika persentase thalasemia mencapai 5 persen, dengan angka kelahiran 23 per 1.000 dari 240 juta penduduk Indonesia, maka diperkirakan ada sekitar 3.000 bayi penderita thalasemia yang lahir tiap tahunnya. 

PUISI : Setetes Darah Sangat Berarti Bagi Kami

Terlahir ke dunia.....
Di antara Berjuta juta manusia....
Ada Kebanggaan...Kesedihan...Harapan...
Kejenuhan...juga ketegaran...
Satu satu berlalu.....
Berbaur dalam garis kehidupan...
Anugrah Yang Maha Kuasa.

Detak Jantung berdegap
Menggerakan denyut denyut nadi,
Berpacu.....melawan hidup....menentang maut
Suatu cobaan telah kuterima
Beban yang berkepanjangan
.......Belum selesai......

Namun singkat namanya THALASAEMIA
Dentign jam berdetak......
Menyita hari hari hidupku
Di pembaringan.....di jalanan....
Di tengah kesibukan.....
Yang setiap saat kubutuhkan...
Kukuatkan jiwa dan raga.....
Lewat kesetiaan jarum jarum kebajikan,
Yang bersiratkan merah darah.....
Setetes darah orang orang bijak,

Selama ini aku berangan angan....
Ada suatu yang dapat manaklukan....
Beban yang melekat di pundakku,
Namun...selama ini pula
Belum nyata datang......belum nyata
yang ada hanya harapan
yang tak pernah menyajikan apa apa.....
Diantara Firman Mu ya Tuhanku
Kukambalikan aku
Bahwa aku adalah milik mu...
Dan kuyakini Firman Mu....bahwa...
Dari engkaulah beban yang ada di pundaku ini....
Dan dari Engkau jualah mukjizat yang kudambakan

Kepada Dunia......................
Lihatlah mereka.....saudaraku......
Pendeita Thalassaemia
Mereka butuh ketegaran, dan tetesan darah...karna...
SETETES DARAH SANGAT BERARTI BUAT KAMI

Kepada sahabatku....saudaraku.....
Mari....marilah...
Jalurkan tangan terbuka dengan muka tengadah
Bacalah....yaaa Tuhan kami.....
Jangan Engkau pikulkan beban yang berat....
yang tak sanggup kami memikulnya.....

Maafkanlah kami.....
Ampuni kami....dan....
Rahmati kami.....
Engkau penolong kami
Hilangkan ketakutan kami....
Wahai Tuhannya manusia, sembuhkanlah penyakit kami
Engkau maha Penyembuh
tiada kesembuhan melainkan....
kesembuhan Mu.....ya Tuhan kami
kesembuhan Mu yang tidak......
meninggalkan penyakit.........
.....AMIN........

Karya : Diah Rahayu Utami
( Penderita yang meninggal tanggal 29-8-1990 pada usia 25 tahun)